Departemen Arsip : Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Program studi PIAUD merupakan salah satu pelaksana kegiatan akademik yang menyelenggarakan pendidikan dalam rangka mempersiapkan tenaga pendidik dan tenaga pengembangan pendidikan Raudhatul Atfal yang mampu melaksanakan tugas-tugas profesional dan keahlian pada bidang kelembagaan pendidikan anak usia dini seperti Taman


ANALISIS KEGIATAN TARI DALAM MENSTIMULASI EMOSIONAL ANAK USIA DINI USIA 4 – 5 TAHUN DI R.A. DARUL INAYAH

By Zahrah Safilzah Sinaga

ABSTRAK Analisis Kegiatan Tari Dalam Menstimulasi Emosional Anak Usia Dini Usia 4 –5 Tahun Di R.A. Darul Inayah Nama : Zahrah Safilzah Sinaga NIM/NIRM : 022030101/022.16.1.2.2.1.0129 Pembimbing I : Dr. H. Tongat, M.Pd.I NIDN : 2108116401 Pembimbing II : Fadhilah Mahfudzah, M.Pd NIDN : 2122059002 Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai bagaimana proses kegiatan seni tari dapat berfungsi sebagai instrumen strategis dalam menstimulasi perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini, khususnya pada rentang usia 4 hingga 5 tahun di R.A. Darul Inayah. Fokus utama dari kajian ini berpijak pada urgensi optimalisasi aspek afektif di masa keemasan, di mana aktivitas fisik yang berpadu dengan unsur estetika dianggap mampu memengaruhi cara anak dalam mengenali, mengelola, serta mengekspresikan perasaan mereka terhadap lingkungan sekitar. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif dan wawancara mendalam, penelitian ini berupaya membedah setiap tahapan instruksional gerak yang diajarkan oleh pendidik di sekolah tersebut. Hasil kajian mengungkapkan bahwa kegiatan tari yang diterapkan di R.A. Darul Inayah bukan sekadar melatih koordinasi motorik, melainkan juga secara signifikan membangun fondasi mental anak melalui penguatan rasa percaya diri saat tampil, peningkatan kedisiplinan dalam mengikuti ritme musik, serta penanaman sikap sabar dan empati dalam berinteraksi dengan teman kelompoknya.Kata Kunci: kegiatan Tari, Stimulasi Emosional, Anak Usia Dini

IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI SPIRITUAL PADA KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ( ANALISIS KOMPARATIF ANTARA PAUD IT AZ-ZAHRA PANCUR BATU DAN TK NEGERI PANCUR BATU )

By PHADILLA PUTRI

ABSTRAK IMPLEMENTASI PENANAMAN NILAI SPIRITUAL PADA KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI ( ANALISIS KOMPARATIF ANTARA PAUD IT AZ-ZAHRA PANCUR BATU DAN TK NEGERI PANCUR BATU ) Nama : Phadilla Putri NPM/NIRM : 022030091/022.16.1.2.2.I.0119 Pembimbing I : Dr. Harun Lubis, S.T., M.Psi. NIDN 2129057701 Pembimbing II : Hestika Dewi Sitepu, M.Pd. NIDN 2102069402 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai spiritual pada masa keemasan (golden age) anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter, moral, dan akhlak. Di tengah arus modernisasi dan sekularisasi, banyak lembaga PAUD yang cenderung lebih menonjolkan aspek akademik dan menggeser nilai spiritual ke posisi yang kurang prioritas. Sementara itu, terdapat perbedaan pendekatan yang signifikan antara lembaga PAUD berbasis Islam dan lembaga PAUD negeri dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai spiritual dalam kurikulum PAUD IT Az-Zahra Pancur Batu dan TK Negeri Pancur Batu, serta menganalisis persamaan dan perbedaan antara keduanya secara komparatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru di kedua lembaga tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD IT Az-Zahra mengimplementasikan nilai spiritual secara eksplisit dan terstruktur melalui pembiasaan ibadah harian, hafalan surat pendek, keteladanan guru, dan integrasi nilai tauhid dalam setiap tema pembelajaran. Sementara TK Negeri Pancur Batu mengembangkan nilai spiritual melalui pendekatan universal dan inklusif, dengan menekankan karakter sosial seperti toleransi, kejujuran, dan kerja sama. Persamaan keduanya terletak pada penggunaan pembiasaan, keteladanan guru, dan evaluasi autentik. Perbedaan utama terletak pada orientasi religius; PAUD IT Az-Zahra berlandaskan nilai Islam secara spesifik, sedangkan TK Negeri bersifat multikultural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi nilai spiritual sangat ditentukan oleh konsistensi pembiasaan, komitmen kepala sekolah, dan keteladanan guru, bukan hanya oleh dokumen kurikulum tertulis. Kata Kunci: Nilai Spiritual, Kurikulum PAUD, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Analisis Komparatif, Pembiasaan

ANALISIS PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN METODE READ ALOUD DI TK MTTQ SCHOOL DESA SAMPE CITA KECAMATAN KUTALIMBARU

By NURHAYATI

ABSTRAK KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN MENGGUNAKAN METODE READ ALOUD DI TK MTTQ SCHOOL DESA SAMPE CITA KECAMATAN KUTALIMBARU Nama : Nurhayati NPM/NIRM : 022030094 /022.16.1.2.2.1.0122 Pembimbing I : Paradita Kumala Lemmy, M.Pd. NIDN : 2110119103 Pembimbing II : Surya Hoirul Ahsan Dalimunthe, M.Psi. NIDN : 2121078402 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun melalui penerapan metode read aloud di TK MTTQ School Desa Sampe Cita Kecamatan Kutalimbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru kelas dan kepala sekolah, serta dokumentasi. Subjek penelitian yaitu 16 anak Kelompok B usia 5- 6 tahun, dengan masa penelitian berlangsung selama tiga bulan, yakni dari bulan Januari hingga Maret 2026. Aspek kemampuan bahasa yang diteliti meliputi kemampuan menyimak, kemampuan berbicara, penguasaan kosakata, dan pemahaman struktur kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode read aloud efektif mengembangkan keempat aspek kemampuan bahasa anak secara holistik. Pada kondisi awal, anak-anak menunjukkan keterbatasan dalam durasi fokus menyimak, kepasifan dalam berbicara, kosakata yang terbatas pada kata-kata sehari-hari, serta struktur kalimat yang sederhana. Setelah penerapan metode read aloud secara konsisten, teramati perubahan yang berarti: kemampuan menyimak anak berkembang dengan durasi fokus yang lebih panjang dan pemahaman inferensial yang lebih baik; kemampuan berbicara berkembang ditandai dengan munculnya keberanian, inisiatif, serta kemampuan bercerita yang lebih mandiri; penguasaan kosakata anak menjadi lebih kaya dengan masuknya kata-kata baru, termasuk kata-kata abstrak seperti persahabatan, kejujuran, dan keberanian; serta pemahaman struktur kalimat berkembang secara gradual yang ditandai dengan munculnya kalimat majemuk, penggunaan kata ganti yang tepat, dan variasi kalimat tanya. Proses penerapan metode read aloud dilaksanakan melalui tiga tahap terstruktur, yaitu tahap pre-reading yang menekankan pemilihan buku dan pembangunan minat anak, tahap during reading dengan pembacaan ekspresif dan interaksi dialogis, serta tahap postreading dengan kegiatan retelling dan diskusi nilai cerita. Temuan ini menunjukkan bahwa metode read aloud yang diterapkan secara konsisten dan terstruktur merupakan metode yang efektif untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini secara komprehensif, xvii dengan kemampuan menyimak sebagai fondasi yang menopang perkembangan aspek-aspek bahasa lainnya. Kata Kunci: Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini, Metode Read Aloud, Perkembangan Bahasa

IMPLEMENTASI KEGIATAN BERNYANYI DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI RA. DARUL INAYAH KECAMATAN DELITUA KABUPATEN DELI SERDANG

By Nila Ardina

ABSTRAK IMPLEMENTASI KEGIATAN BERNYANYI DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTERISTIK SOSIAL EMOSIONAL ANAK DI RA. DARUL INAYAH KECAMATAN DELITUA KABUPATEN DELI SERDANG Nama : Nila Ardina NIM/NIRM : 022030100/022.16.1.2.2.I.0128 Pembimbing I : Dr. Tirta Yogi Aulia, M.Pd NIDN : 2129049001 Pembimbing II : Fadhilatun Mahfudzah, M.Pd NIDN : 2122059002 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa lebih dari separuh anak (sekitar 53%) di RA Darul Inayah mengalami kesulitan signifikan dalam aspek berbagi, pengendalian emosi, dan interaksi sosial. Permasalahan penelitian meliputi karakteristik sosial emosional anak usia 5–6 tahun, proses implementasi kegiatan bernyanyi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya di RA Darul Inayah Kecamatan Delitua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sosial emosional anak, menganalisis implementasi kegiatan bernyanyi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial emosional anak sangat responsif terhadap stimulus auditif yang menyenangkan, di mana anak mulai menunjukkan peningkatan empati dan kemampuan menenangkan diri melalui nyanyian. Implementasi kegiatan bernyanyi dilakukan secara terintegrasi dalam RPPH dengan guru berperan sebagai fasilitator yang menggunakan media kreatif seperti alat musik ritmis buatan dan speaker bluetooth untuk mengatasi keterbatasan fasilitas. Faktor pendukung utama adalah kompetensi kreatif guru dan dukungan orang tua yang melanjutkan pembiasaan lagu di rumah, sementara hambatan berupa keterbatasan alat musik melodis diatasi melalui inovasi media dan pendekatan personal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan bernyanyi yang dilakukan dengan penuh kegembiraan dan keteladanan guru efektif dalam menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri, dan empati anak secara alamiKATA KUNCI: Kegiatan bernyanyi, sosial emosional, anak usia dini, implementasi pendidikan.

PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER MANDIRI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MBPI DELI TUA KECAMATAN DELI TUA

By LISA AYU ANJELINA SAMOSIR

ABSTRAK PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER MANDIRI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MBPI DELI TUA KECAMATAN DELI TUA Nama : Lisa Ayu Anjelina Samosir NIM/NIRM : 022030099/022.16.I.0127 Pembimbing I : Efri Manda Sari Hasibuan, M.Psi. NIDN : 2123049102 Pembimbing II : Surya Hoirul Ahsan Dalimunthe, M.Psi. NIDN : 2121078402 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan karakter mandiri pada anak usia dini melalui peran guru dan strategi pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah. Permasalahan dalam penelitian ini meliputi peran guru, strategi pembiasaan, faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan karakter mandiri pada anak usia 5–6 tahun di TK MBPI Deli Tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam peran guru, strategi yang diterapkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan karakter mandiri pada anak usia 5–6 tahun di TK MBPI Deli tua. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu untuk memastikan validitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sangat penting dalam menumbuhkan karakter mandiri anak, yang diwujudkan melalui peran sebagai teladan, pembimbing, dan fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan meliputi pemberian tugas sederhana, pemberian motivasi, afeksi, dan refleksi, yang terbukti efektif dalam membentuk perilaku mandiri anak secara bertahap. Faktor pendukung dalam penelitian ini meliputi kesiapan internal anak, komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya dukungan dan konsistensi orang tua dalam pembiasaan mandiri di rumah, serta lingkungan yang kurang memberikan kesempatan anak untuk berlatih mandiri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter mandiri anak usia dini dapat berkembang secara optimal apabila didukung oleh peran guru yang konsisten, strategi pembiasaan yang sistematis, serta lingkungan belajar yang mendukung dan berkelanjutan. KATA KUNCI: Karakter mandiri, peran guru, strategi guru, faktor penghambat dan pendukung

IMPLEMENTASI KEGIATAN LIFE SKILL ISLAMI DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DI PAUD ISLAM AL-HIKMAH SUKARAYA KECAMATAN PANCUR BATU DELI SERDANG SUMATERA UTARA

By JAHIDATUN NISA 

ABSTRAK IMPLEMENTASI KEGIATAN LIFE SKILL ISLAMI DALAM MENUMBUHKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI DI PAUD ISLAM AL-HIKMAH SUKARAYA KECAMATAN PANCUR BATU DELI SERDANG SUMATERA UTARANama : Jahidatun Nisa NPM/NIRM : 022030090/022.16.1.2.2.1.0118 Pembimbing I : Efri Manda Sari Hasibuan, M.Psi. NIDN : 2123049102 Pembimbing II : Fadhilatun Mahfudzah, M.Pd. NIDN : 2120129101 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kemandirian anak usia dini, strategi guru dalam mengimplementasikan kegiatan life skill Islami, serta hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam menumbuhkan kemandirian anak usia dini di PAUD Islam Al-Hikmah Sukaraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik kelompok B di PAUD Islam Al-Hikmah Sukaraya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kemandirian anak usia dini berkembang cukup baik. Hal ini terlihat dari kebiasaan anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri seperti memakai sepatu, merapikan tas, mencuci tangan, makan sendiri, merapikan alat bermain, serta mengikuti aturan yang berlaku di sekolah. Strategi guru dalam mengimplementasikan kegiatan life skill Islami dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, praktik langsung, pendampingan, serta penguatan positif. Kegiatan tersebut dilakukan secara berulang dalam aktivitas sehari-hari sehingga membantu anak terbiasa melakukan kegiatan secara mandiri. Adapun hambatan yang dihadapi guru meliputi perbedaan karakter anak, kondisi emosi anak yang belum stabil, dukungan orang tua yang berbeda, keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan waktu belajar, serta fokus anak yang masih mudah teralihkan. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan life skill Islami membantu menumbuhkan kemandirian anak usia dini melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Kegiatan yang dilakukan secara berulang membantu anak menjadi lebih percaya diri, disiplin, serta mampu melakukan kegiatan sederhana secara mandiri sesuai dengan tahap perkembangannya. Kata kunci: life skill Islami, kemandirian, anak usia dini, strategi guru 

PENERAPAN TEKNIK STORYTELLING DALAM MENANAMKAN NILAI AGAMA DAN MORAL PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B di RA ISTIQOMAH MEDAN DENAI

By FAZA FADILAH NASUTION

ABSTRAK PENERAPAN TEKNIK STORYTELLING DALAM MENANAMKAN NILAI AGAMA DAN MORAL PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI RA ISTIQOMAH MEDAN DENAI Nama : Faza Fadilah Nasution NPM/ Nim : 022030096/022.16.1.2.2.1.0124 Pembimbing 1: Hestika Dewi Sitepu, M.Pd NIDN : 2102069402 Pembimbing 2: Efri Manda Sari Hasibuan, M.Psi NIDN : 2123049102 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik storytelling dalam menanamkan nilai agama dan moral pada anak Kelompok B di RA Istiqomah Medan Denai, mengetahui peningkatan nilai agama dan moral anak setelah penerapan teknik storytelling, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anak Kelompok B usia 5–6 tahun di RA Istiqomah Medan Denai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan orang tua peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik storytelling dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Guru menggunakan variasi intonasi suara, ekspresi wajah, gerakan tubuh, serta media pembelajaran seperti buku cerita bergambar dan boneka tangan agar anak lebih tertarik dan mudah memahami isi cerita. Penerapan teknik storytelling terbukti mampu meningkatkan nilai agama dan moral anak, seperti kebiasaan berdoa, mengucapkan salam, berkata jujur, berbagi dengan teman, bersikap sopan, serta mampu membedakan perilaku baik dan buruk. Faktor pendukung dalam penerapan teknik storytelling meliputi kemampuan guru dalam bercerita, media pembelajaran yang memadai, serta dukungan sekolah dan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan fokus anak, perbedaan kemampuan memahami cerita, keterbatasan media, dan kurangnya variasi metode pembelajaran. Dengan demikian, teknik storytelling dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Kata Kunci: Storytelling, nilai agama dan moral, anak usia dini.

EVALUASI PROGRAM COOKING CLASS PADA ANAK USIA DINI DENGAN MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT) DI TK YARA MEDINA CAHYADI TAHUN AJARAN 2024/2025

By AIDILA SYAFITRI

ABSTRAK EVALUASI PROGRAM COOKING CLASS PADA ANAK USIA DINI DENGAN MODEL CIPP (CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT) DI TK YARA MEDINA CAHYADI TAHUN AJARAN 2024-2025 Nama : Aidila Syafitri NPM/NIRM : 022030089/022.16.1.2.2.I.0117 Pembimbing I : Surya Hairul Ahsan Dalimunthe, M. Psi NIDN : 2121078402 Pembimbing II : Paradita Kumala Lemmy, M.Pd NIDN : 2110119103 Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai evaluasi program Cooking Class di TK Yara Medina Cahyadi desa medan krio kecamatan sunggal kabupaten deli serdang tahun ajaran 2024/2025, dengan rumusan masalah yang mencakup (1) Bagaimana evaluasi Konteks (Context) Program Cooking Class di TK Yara Medina Cahyadi? (2) Bagaimana evaluasi Masukan (Input) Program Cooking Class di TK Yara Medina Cahyadi? (3) Bagaimana evaluasi Proses (Process) Program Cooking Class di TK Yara Medina Cahyadi? (4) Bagaimana evaluasi Produk (Product) Program Cooking Class di TK Yara Medina Cahyadi? Penelitian ini menggunakan evaluasi model CIPP dengan jenis penelitian kualitatif deksriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: (1) Observasi, (2) Wawancara, dan (3) Dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi konteks (context) adalah visi, misi dan tujuan program Cooking Class sudah berjalan dengan baik. Evaluasi masukan (input) adalah sumber daya manusia/tenaga pendidik, dan sumber anggaran juga sudah berjalan dengan baik hanya saja pada sumber daya manusia/tenaga pendidik sudah sesuai dengan standart kompetensi sekolah tetapi belum memenuhi standart kompetensi nasional. Evaluasi proses (prosess) adalah modul ajar/RPPH, sarana dan prasarana, media, fakor pendukung dan penghambat serta peserta didik juga sudah berjalan dengan baik, hanya saja pada sarana dan prasarana ketersediaann alat memasak harus lebih ditingkatkan. Evaluasi produk (product) adalah kemandirian peserta didik sudah tercapai dengan sangat baik. Akan tetapi guru menggunakan penilaian hanya berdasarkan visual saja, seharusnya guru menggunakan penilaian secara konkret. Kata kunci: Evaluasi, Program Cooking Class, Model Contexs, Input, Proses, Product (CIPP)

IMPLEMENTASI KEGIATAN JUM’AT BERBAGI DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL ANAK USIA DINI DI TK MTTQ SCHOOL DESA SAMPE CITA KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG

By Ade Armayani Br Sembiring

ABSTRAK MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL ANAK USIA DINI DI TK MTTQ SCHOOL DESA SAMPE CITA KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG Nama : Ade Armayani Br Sembiring NPM/NIRM : 022030093/022.16.1.2.2.I.0121 Pembimbing I : Dr. Tirta Yogi Aulia, M.Pd NIDN : 2129049001 Pembimbing II : Paradita Kumala Lemmy, M.Pd NIDN : 2110119103 Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya penanaman karakter peduli sosial pada anak usia dini melalui kegiatan pembiasaan yang konkret dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui implementasi kegiatan Jum’at Berbagi di TK MTTQ School Desa Sampe Cita Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan Kegiatan Jum’at Berbagi dilakukan secara terstruktur melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan melibatkan seluruh peserta didik secara aktif; (2) guru memiliki peran penting sebagai perencana, fasilitator, teladan, motivator, dan evaluator dalam menanamkan nilai peduli sosial kepada anak; (3) Kegiatan Jum’at Berbagi memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter peduli sosial anak, yang ditunjukkan melalui meningkatnya kemampuan berbagi, empati, kerja sama, serta kepekaan sosial. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi kegiatan Jum’at Berbagi memberikan kontribusi postif dalam proses menumbuhkan karakter peduli sosial anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai model pembiasaan dalam pendidikan karakter di lembaga PAUD. Kata kunci: Jum’at Berbagi, karakter peduli sosial, anak usia dini, pendidikan karakter

PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI R.A ULUN NUHA KECAMATAN MEDAN JOHOR

By Anisah Kusumawati

ABSTRAK PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER DISIPLIN PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI R.A ULUN NUHA KECAMATAN MEDAN JOHOR Nama : Anisah Kusumawati NIM/NIRM : 022030095/022.16.1.2.2.I.0123 Pembimbing I : Dr. Tirta Yogi Aulia, M.Pd NIDN : 2129049001 Pembimbing II : Hestika Dewi Sitepu, M.Pd NIDN : 2102069402 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter disiplin sejak usia dini melalui sinergi peran guru dan orang tua. Permasalahan penelitian meliputi peran guru, peran orang tua, serta bentuk kolaborasi keduanya dalam menumbuhkan karakter disiplin anak usia 5–6 tahun di R.A Ulun Nuha Kecamatan Medan Johor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kontribusi masing-masing pihak dan bentuk kerja sama yang efektif dalam pembentukan kedisiplinan anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter disiplin, khususnya kehadiran tepat waktu, berkembang melalui peran guru sebagai teladan, pemimpin, penunjuk arah, fasilitator, pembimbing, motivator, komunikator, evaluator serta penguat nilai yang konsisten menerapkan aturan serta pembiasaan positif di sekolah. Peran orang tua turut memperkuat pembentukan disiplin melalui peran orang tua sebagai pendidik, pemberi motivasi, pengawas, teladan, pembimbing emosional, pembentuk kebiasaan baik, penguat nilai, komunikator, dan evaluator harian. Kolaborasi guru dan orang tua terwujud melalui komunikasi dua arah yang intensif, santun dan berkelanjutan, pemanfaatan media komunikasi Whatsapp, partisipasi dan respon aktif dari orang tua, keterlibatan orang tua dalam pembiasaan kedisiplinan anak di rumah, penyamaan aturan dan strategi antara rumah dan sekolah, pengawasan bersama terhadap kehadiran anak, pemberian apresiasi sebagai penguatan kolaborasi, adanya sikap saling percaya dan keterbukaan, dan terakhir terbangunnya kolaborasi berkelanjutan dan bersifat informal. Sinergi tersebut membuat disiplin tumbuh secara alami sebagai kebiasaan positif, bukan karena paksaan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan karakter disiplin anak usia dini akan optimal apabila terdapat keteladanan guru, konsistensi pengasuhan orang tua, serta kerja sama yang harmonis dan berkesinambungan antara sekolah dan keluarga. Kata kunci: disiplin anak, peran guru, peran orang tua, kolaborasi pendidikan