Daftar Arsip


EVALUASI PROGRAM METODE CERITA ISLAMI USIA 5-6 TAHUN DI TK ISLAM ARAFAH 3 DESA LAU BAKERI KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG

By NADYA ISLAMIA on August 12, 2025 11:59 AM

ABSTRAK Nadya Islamia, 2022, Evaluasi Program Metode Cerita Islami Usia 5 – 6 Tahun di TK Islam Arafah 3 Desa Lau Bakeri, Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darularafah Deli Serdang. Pembimbing : (1) Surya Hoirul Ahsan Dalimunthe, M.Psi (2) Tirta Yogi Aulia, M.Pd Kata Kunci : Evaluasi Program Metode Cerita Islami Evaluasi Program Metode Cerita bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketercapaian program pengembangan yang dilaksanakan dalam perkembangan metode cerita islami sehingga dapat dijadikan bahan acuan dalam menentukan kebijakan agar program pengembangan dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi pembelajaran Anak Usia Dini di TK Islam Arafah 3 Desa Sei Glugur dengan fokus penelitian yang meliputi : (1) Bagaimana program – program untuk metode cerita islami usia 5 – 6 tahun di TK Islam Arafah 3 ?, (2) Bagaimana evaluasi CIPP program pengembangan metode cerita islami anak usia dini di TK Islam Arafah 3 ? (3) Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam program evaluasi program metode cerita islami anak usiadini di TK Islam Arafah 3 ? berdasarkan komponen CIPP (context, input, prosess, product) agar mendapatkan gambaran menyeluruh tentang pelaksanaan program metode cerita islami. Pengumpulan data pada peneliti ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan dalam penelitian ini antara lain : (1) Penyusunan pembelajaran sesuai dengan kurikulum dan dijadikan pedoman oleh guru dalam pembelajaran, (2) Media belajar dan alat permainan edukatif sangat mencukupi dan beraneka ragam, (3) diadakan program yang menstimulasi perkembangan pembelajaran anak, (4) guru melakukan evaluasi tumbuh kembang anak secara rutin setiap bulanya.

EVALUASI PROGRAM MODEL CIPP DALAM KREATIVITAS PEMBELAJARAN BERMAIN WARNA USIA 5-6 TAHUN DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL (ABA) 41 DESA SUNGGAL KANAN KEC. SUNGGAL KAB. DELI SERDANG

By MUJIATIK on August 12, 2025 11:55 AM

Abstrak Mujiatik, NIM. 018030013, 2021/2022 Evaluasi Program Model CIPP Dalam Kreativitas Pembelajaran Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 41 Sunggal Kanan Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Skripsi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arafah. Pembimbing: (1) Nelly Agustina, M.Pd Pembimbing: (2) Surya Hoirul Ahsan Delimunthe, M.Psi. Kata Kunci : Evaluasi Program Pembelajaran Bermain Warna Dalam Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Model CIPP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi layanan dari program pembelajaran bermain warna dalam kreativitas anak, menggunakan analisis model CIPP di TK Asyiyah Bustanul Athfal (ABA) 41, dengan rumusan masalah (1) Bagaimana Evaluasi Conteks, (2) Bagaimana Evaluasi Input, (3) Bagaimana Evaluasi Proses, dan (4)Bagaimana Evaluasi Produ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa : Evaluasi Contexs program ini adalah kegiatan pembelajaran memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas, Evaluasi Input pada program ini didukung dengan kesiapan pendidik yang mampu menguasai pembelajaran serta antusiasme peserta didik yang cukup baik dalam proses pembelajaran, Evaluasi Proses dalam pelaksanaanya program ini menggunakan beberapa metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, Evaluasi Produc keberhasilan dari program ini adalah meningkatnya kreativitas peserta didik dengan persentasi 75-80%, terlihat dari anak mampu, mewarnai dengan warna aslinya, anak mampu mengenal lebih dari sepuluh macam warna.

EFEKTIVITAS PERMAINAN TRADISIONAL DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD IT AZ-ZAHRA SEI GELUGUR KEC PANCUR BATU

By MELVIYANA SUNDARI on August 12, 2025 11:50 AM

ABSTRAK Sundari, Melviyana, 2022. Efektivitas Permainan Tradisional Dalam Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD IT Az-Zahra Sei Gelugur Kec.Pancur Batu. Skripsi, Program Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arafah. Pembimbing: (1) Tirta Yogi Aulia, M.Pd. (2) Nelly Agustina, M.Pd.I. Kata Kunci: Efektivitas, Permainan Tradisional, Kecerdasan Kinestetik Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai efektivitas permainan dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak usia 5-6 tahun di PAUD IT Az-Zahra Sei Gelugur Kec. Pancur Batu, dengan rumusan masalah yang mencakup (1) Apa saja permainan tradisional yang diterapkan di PAUD IT Az-Zahra? (2) Bagaimana efektivitas permainan tradisional dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik? (3) Faktor-faktor apa saja yang menghambat kegiatan permainan tradisional dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik di PAUD IT Az-Zahra?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: (1) Observasi, (2) Wawancara, dan (3) Dokumentasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional petak umpet dan engklek sangat efektif dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik anak. Hal ini terlihat dari praobservasi awal yang dilakukan terhadap permainan engklek sebanyak 61,53% anak belum mampu menjaga keseimbangan tubuhnya. Namun setelah dilakukan observasi akhir sebanyak 38,46% anak sudah mulai berkembang, 46,15% berkembang sesuai harapan, dan 15,38% berkembang sangat baik. Hal ini juga tampak pada praobservasi awal yang dilakukan terhadap permainan tradisional petak umpet sebanyak 15,38% belum mampu mengkoordinasikan mata, tangan dan kaki. Namun setelah dilakukan observasi akhir sebanyak 15,38% mulai berkembang, 61,53% berkembang sesuai harapan, dan 23,07% berkembang sangat baik. Faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan permainan tradisional dalam mengembangkan kecerdasan kinestetik berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal misalnya suasana hati anak, kurangnya waktu bermain anak dengan keluarga dan kurangnya pemahaman anak terhadap permainan tradisional. Faktor eksternal misalnya lingkungan bermain yang tidak mendukung pelaksanaan permainan tradisional.

POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBENTUK PERKEMBANGAN KECERDASAN LINGUISTIK ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK ISLAM ARAFAH 3 DESA LAU BEKERI KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG

By HERAWATI SITEPU on August 11, 2025 06:01 PM

ABSTRAK Sitepu, Herawati, 2022. “Pola Asuh Orang Tua Dalam Membentuk Perkembangan Kecerdasan Linguistik Anak Usia Dini 4-5 Tahun di TK Islam Arafah 3 Desa Lau Bekeri Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang” Skripsi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Arafah (STAIDA). Pembimbing: (1) Tirta Yogi Aulia, M.Pd.I; (2) Surya Hoirul Ahsan Dalimunthe, M.Psi. Kata Kunci: Pola Asuh, Kecerdasan Lingustik, Anak Usia Dini Fokus penelitian ini adalah orang tua dan anak kelompok A TK Islam Arafah 3 Desa Lau Bakeri Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang, tujuannya untuk mengetahui peran orang tua dan guru dalam perkembangan bahasa anak. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana Pola asuh orang tua terhadap anak usia dini 4-5 tahun di Tk Islam Arafah Desa Lau Bekeri Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang? (2) Bagaimana Kecerdasan lingustik pada anak usia dini 4-5 tahun di Tk Islam Arafah Desa Lau Bekeri Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang? (3) Bagaimana pola asuh orang tua dalam membentuk perkembangan kecerdasan lingustik anak usia dini 4-5 tahun di TK Islam Arafah Desa Lau Bakeri Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini meliputi orang tua siswa, kepala sekolah, guru pengajar, dan siswa kelompok A yaitu anak usia 4-5 tahun. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti di atas, dapat dipahami bahwa sebagai pembimbing dalam keluraga, orang tua sangat berperan dalam menstimulusi perkembangan bahasa pada kelompok A usia 4-5 tahun di TK Islam Arafah 3.

EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN LEMBAGA TK ISLAM ARAFAH 3 DESA LAU BAKERI KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG T.A 2020-2021

By PITRIANI  on August 11, 2025 05:30 PM

ABSTRAKPitriani, 2021, Evaluasi Program Pengelolaan Lembaga Di TK Islam Arafah 3, Skripsi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Agama Islam Darularafah, Deli Serdang.Kata Kunci : Evaluasi, Program Pengelolaan, Lembaga, TK, PAUD, CIPPEvaluasi program pengelolaan lembaga bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pegelolaan lembaga sebagai bahan acuan dalam menentukan kebijakan agar pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. TK Islam Arafah 3 sebagai lembaga penyelenggara pendidikan anak usia dini yang telah berdiri lama dan mendapat kepercayaan dari masyarakat, memiliki program-program dalam pengelolaan lembaga yang menunjang pelaksanaan pendidikan dalam pencapaian pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi program pengelolaan lembaga di TK Islam Arafah 3 Desa Lau Bakeri dengan fokus penelitian yang mencakup : (1) Bagaimana program pengelolaan lembaga Di TK Islam Arafah 3 ?, (2) Bagaimana pelaksanaan evaluasi CIPP program pengelolaan lembaga Di TK Islam Arafah 3 ?, (3) Faktor apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam program pengelolaan lembaga Di TK Islam Arafah 3 ? berdasarkan komponen CIPP (context, input, process, product) agar mendapatkan gambaran menyeluruh tentang pelaksanaan program pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini.Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mendapatkan hasil penelitian dengan pendekatan semi kualitatif, yaitu dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian.Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) peserta didik di TK Islam Arafah 3 dikelompokkan berdasarkan umur, (2) guru mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan dan sejenisnya untuk peningkatan kualitas kompetensi pendidik, (3) kurikulum yang digunakan telah mencakup enam aspek perkembangan, (4) Pengelola menyediakan bahan ajar dan sarana bermain yang sesuai dengan kebutuhan rencana pembelajaran, (5) penilaian perkembangan anak didik dilaporkan secara lisan dan tertulis kepada orangtua siswa.

EVALUASI PROGRAM PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI TKIT AL-FARABI TANJUNG SELAMAT KECAMATAN SUNGGAL T.A 2020-2021

By MUTIA KHALIZA  on August 11, 2025 05:23 PM

ABSTRAK Khaliza, Mutia, 2021. Evaluasi Program Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini Di TKIT Al-Farabi Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal T.A 2020-2021. Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Fakultas Tarbiyah STAI Darularafah Deli Serdang Sumatera Utara.  Dosen Pembimbing : (1) Tirta Yogi Aulia, M.Pd (2) Nelly Agustina, M.Pd.I  Kata Kunci : Kepribadian guru, Kognitif Anak, Alat Edukasi, TKIT, UU RI.  Kompetensi kepribadian guru merupakan salah satu hal yang harus dimiliki oleh seorng guru sebagaimana yang telah disebutkan dalam Undang-Undang RI no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Alat edukasi yang digunakan akan menambah nimat anak didik dalam mengikuti setiap pelajaran dan membuat belajar di kelas menjadi menyenangkan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Evaluasi Program Pengembangan Kognitif pada anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Al-Farabi telah berkembang dalam proses pembelajaran.  Penelitian ini menggunakan pendekatan semi kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi. Data yang telah terkumpul dari ketiga metode tersebut kemudian dianalisis kembali untuk mendapatkan temuan dari penelitian.  Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan kognitif atau daya fikir anak di sekolah TKIT Al-Farabi belum semuanya maksimal, masih ada beberapa anak yang kemampuan kognitifnya masih lemah dikarenakan minimnya alat edukasi di sekolah yang dapat membantu kelancaran proses belajar mengajar. 

EVALUASI PROGRAM TAHFIZH AL QUR’AN DI TK IT LUQMANUL HAKIM DESA SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG T/A 2020/2021

By DESI LINDA  on August 11, 2025 05:14 PM

ABSTRAK Linda, Desi 2021 “Evaluasi Program Tahfizh Al Qur’an Di TKIT Luqmanul Hakim Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Tahun Ajaran 2020/2021.  Pembimbing  : (1) Nazaruddin, M.A dan Pembimbing (2) Tirta Yogi Aulia, M.Pd  Kata Kunci  : Metode Talqin  dan Evaluasi  Program Tahfizh Al Qur’an.  Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengevaluasi context program Tahfizh Qur’an TKIT Luqmanul hakim (2) Mengevaluasi Input program Tahfizh Qur’an TKIT Luqmanul hakim (3) Mengevaluasi Process program Tahfizh Qur’an TKIT Luqmanul hakim (4) Mengevaluasi Product program Tahfizh Qur’an TKIT Luqmanul hakim. Penelitian ini merupakan evaluative dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dalam penelitian mengunakan model evaluasi teori Stufflebeam yaitu CIPP (Conteks, Input, Process, Product). Data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara mereduksi data, setelah itu disajikan dalam bentuk deskripsi dan di verifikasi dengan pengarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Hasil evaluasi dari Konteks program tahfizh Qur’an di TKIT Luqmanul Hakim menunjukan bahwa program memiliki tujuan dan perencanaan yang jelas (2) hasil evaluasi input program tahfizh qur’an diketahui bahwa kompetensi yang dimiliki guru sesuai karena mempunyai hafalan dan kemampuan dalam pemahaman membaca al qur’an sedangkan peserta didik dalam mengikuti program memiliki semangat menghafal yang tinggi. Selain itu program ini didukung dengan sarana dan prasarana yang baik, terlebih dengan adanya buku penghubung tahfizh yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik, (3) hasil evaluasi process program tahfizh Qur’an menunjukan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran tahfizh Qur’an berjalan lancer dan sesuai yang direncanakan. Metode yang digunakan yaitu metode Talqin dan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran tahfizh Qur’an yaitu kurannya waktu jam pelajaran dan kurangnya guru yang berkompetensi pembelajaran tahfizh. (4) Hasil evaluasi produk atau hasil menunjukan bahwa pencapaian target hafalan peserta didik berjalan sesuai target. Kesimpulan : program tahfizh Qur’an di TKIT Luqmanul Hakim telah berjalan dengan rencana yang telah ditetapkan, walaupun dengan pelaksanaannya beberapa hambatan yang harus diperbaiki. Prestasi tahfizh peserta didik yang baik disebabkan oleh adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua dirumah untuk bersama-sama memberikan semangat, dukungan dan pengawasan dalam hafalan Qur’an anak.  

EVALUASI PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI (USIA 4-5 TAHUN) DI TK IT LUQMANUL HAKIM DESA SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG

By AGUSTINA  on August 11, 2025 03:57 PM

ABSTRAK  Agustina,  2020 “Evaluasi Program Pembelajaran Anak Usia Dini (Usia 4-5 Tahun) di Tk IT Luqmanul Hakim Desa Sei Mencirim”Skripsi, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Arafah Deli Serdang. Pembimbing : (1). Nelly Agustina M.Pd.I (2). Surya Hoirul Ahsan Dalimunthe, M. Psi Kata Kunci : Evaluasi Pembelajaran Anak Usia Dini  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana evaluasi pembelajaran Anak Usia Dini di Tk IT Luqmanul Hakim.  Evaluasi Program Pembelajaran Anak Usia Dini di TK IT Luqmanul  Hakim, bertujuan untuk perubahan kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, seni. Pentingnya evaluasi dalam pembelajaran diharuskan guru memiliki kompetensi dan persiapan yang baik. Evaluasi Program Pembelajaran di TK IT Luqmanul Hakim ini mengevaluasi pembelajaran K-13, yang menyangkut 8 tema yaitu : (1) Diriku, (2) Keluargaku, (3) Lingkunganku, (4) Alam Semesta, (5) Tanaman, (6) Binatang, (7)  Kendaraan, (8) Negaraku. Dengan ke delapan tema itu guru mengevaluasi pembelajaran sehari-hari Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian CIPP ( Conteks, Input, Proses, Produk). Dalam penelitian subjek penelitiannya adalah guru . Penelitian ini dilakukan mengikuti komponen-komponen CIPP.  Pengamatan data dapat disimpulkan, hasil penelitian Evaluasi Program Pembelajaran Anak Usia Dini (Usia 4-5 Tahun) Di Desa Sei Mencirim, menyatakan bahwa dari model CIPP sudah mempunyai standar keberhasilan. Hal ini dengan bukti-bukti penelitian CIPP sebagai berikut.(1) Komponen konteks, (2)  Komponen Input, (3) Komponen Proses, (4) Komponen Produk.   Hasil kesimpulan penelitian, dari murid yang berjumlah 21 orang yang menunjukan keberhasilan ada 18 murid, dan murid yang belum mencapai perkembangan ada 3 orang. Murid yang belum mencapai keberhasilan akan melanjutkan ke TK B, karena murid yang belum tercapai perkembangannya murid yang belum cukup umur dalam artian usia masih 4 tahun dan kurang berkonsentrasi dalam belajar. 

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP HUKUM ACARA PERADILAN PIDANA ANAK DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK

By YUSTANIA  on August 11, 2025 03:39 PM

ABSTRAK  Dalam skripsi ini menjelaskan bahwa anak yang melakukan tindakkan pidana, saat ini menjadi sorotan hampir dari semua daerah maupun dunia termasuk Indonesia. Dalam perkara pidana anak terdapat beberapa berbedaan baik dalam penanganan perkara, usia, maupun hukuman yang ditetapkan untuk anak berbeda dengan dewasa dan terdapat perbedaan juga dalam penanganan terhadap hukum Islam.   Penelitian ini merupakan tinjauan dari pendekatan normatif dengan menggunakan metode studi pustaka (library research), yang berkaitan antara hukum acara peradilan pidana anak dalam Islam dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.  Hukum beracara dalam Islam yang berhubungan dengan anak sesuai aturan hukum Islam yaitu ta’zir, yang hanya dibebankan kepada anak yang telah baligh dengan memberikan beberapa pengajaran dan pembelajaran serta menyesuaikan psikologi anak.  Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tinjaun hukum Islam terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak bahwa dalam Islam anak diberi pengajaran sedangkan dalam UU anak harus mengikuti setiap prosedur mulai dari penyidikan, tuntutan, pemeriksaan dan pembinaan. Meskipun sama-sama melakukan pembinaan diakhir proses. 

TAKLIK TALAK PERKAWINAN DALAM PERSFEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI TERHADAP KOMPILASI HUKUM ISLAM PASAL 45)

By SINTA RAMADANI  on August 11, 2025 03:33 PM

ABSTRAK    Sinta Ramadani, 2021, Taklik Talak Perkawinan Dalam Persfektif Hukum Islam (Studi Terhadap Kompilasi Hukum Islam Pasal 45), Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Darularafah, Deli Serdang. Kata Kunci : Taklik Talak, Perkawinan, Hukum Islam, KHI Taklik Talak dalam perkawinan merupakan suatu bentuk perjanjian dalam perkawinan yang bertujuan untuk menjaga keutuhan keluarga dengan memberikan perlindungan kepada istri terhadap tindakan kesewenangan suami. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menjelaskan ketentuan taklik talak menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) di Indonesia, (2) untuk menjelaskan Hak Suami dan Hak Istri, dan (3) untuk mengetahui pengaruh Taklik Talak terhadap keutuhan rumah tangga. Berdasarkan metode penelitian pustak (library research) dan bersifat deskriptif-analitik, dimana hasil penelitian digambarkan tentang keterkaitan antara taklik talak dengan hukum-hukum yang mengatur perjanjian perkawinan dalam Islam di Indonesia. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan penelitian yaitu membaca sumber-sumber literatur, seperti Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, khususnya mengenai perjanjian perkawinan yang ada hubungannya dengan taklik talak. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa : (1) Taklik Talak sudah dilembagakan di Indonesia sejak tahun 1630 masehi, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakususma, Raja Mataram, dalam upaya memberi kemudahan bagi wanita untuk melepaskan ikatan perkawinan dari suami yang meninggalkan pergi dalam jangka waktu tertentu, disamping jaminan bagi suami bila berpergian itu adalah dalam tugas negara. (2) Pada prinsipnya, adanya taklik talak agar terdapat keseimbangan antara hak talak yang diberikan secara mutlak kepada suami dengan perlindungan terhadap isteri dari perbuatan kesewenang-wenangan suami. (3) Mengingat tujuan taklik talak untuk melindungai istri, maka dianjurkan dalam setiap pelaksanaan pernikahan diadakan perjanjian yang disebut taklik talak karena di dalam pernikahan, hak talak hanya berada ditangan suami. (4) Pasal yang khusus mengatur tentang perjanjian perkawinan, dimana di dalamnya termuat taklik talak secara jelas, dapat dilihat pada Kompilasi Hukum Islam Pasal 45.