Daftar Arsip


PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII-H DI SMP SWASTA GALIH AGUNG LAU BAKERI DELI SERDANG TAHUN AJARAN 2020-2021

By YULIA CHANDRA LEOLITA on July 13, 2025 12:40 PM

ABSTRAKKata Kunci : Dukungan Sosial Guru, Motivasi Belajar Siswa.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan di dalam penelitian. Yaitu untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial guru terhadap motivasi belajar siswa di SMP Swasta Galih Agung Lau Bakeri Deli Serdang.Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif yang mengkaji fenomena secara obyektif dengan menggunakan perhitungan statistic untuk menguji hipotesis dalam penelitian. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Swasta Galih Agung yang berjumlah 31 orang, dan sampel penelitian berjumlah 31 orang dengan teknik total sampling. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh Dukungan Sosial Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMP Swasta Galih Agung Lau Bakeri Deli Serdang. Hasil uji Produck Moment membuktikan bahwa hipotesis penulis yaitu “Adanya pengaruh signifikan Dukungan Sosial Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa. Hal ini didukung junga dengan hasil analisis regresi sederhana yaitu nilai P (sig) 0,001 < α = 0,05 sehingga hipotesis alternative (Ha) diterima, dan hipotesis nihil (Ho) ditolak.Nilai Koefisien Determinasi dapat diartikan seberapa besar (dalam %) variabel bebas (X) mempengaruhi variabel terikat (Y). untuk melihat Koefisien Determinasi yang herus dilihat kolom R Square. Pada nilai Koefisien Determinasi adalah 0,344 artinya dukungan sosial guru (variabel X) mempengaruhi motivasi belajar siswa (Variabel Y) sebesar 34,4%.

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MOHAMMAD NATSIR DAN IMPLEMTASINYA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA

By VIRDA AL-HIDAYAH on July 13, 2025 12:38 PM

ABSTRAKKata Kunci: Konsep, Pendidikan, Islam, Integral dan Implemetasi.Penelitian ini bertujuan utuk dapat diketahui bahwa konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Natsir yaitu konsep pendidikan yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikan agama, kesinambungan itu dibuktikan dengan tidak mempertentangkan antara Barat dan Timur. Islam hanya mengenal perbedaan antara hak dan bathil. Semua yang hak dapat diterima, meskipun datangnya dari Barat, dan semua yang bathil akan disingkirkan walaupun datangnya dari Timur. Dengan begitu, akan tercipta anak didik yang mementingkan rohani dan jasmaninya. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif kepustakaan atau penelitian kepustakaan (library research). Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang di tujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran individual seseorang secara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah pada penyimpulan.Peneliti ini menyimpulkan bahwa dari pemikiran Muhammad Natsir dalam pendidikan di Indonesia dapat dilihat dari sekolah-sekolah yang sudah memadukan antara ilmu agama dan ilmu umum dalam kurikulumnya. Pada sekolah umum sudah memasukkan pendidikan agama Islam secara seimbang, begitu juga sekolah Islam atau pesantren sudah memasukkan kurikulum pendidikan umum dan agama secara seimbang pula.

PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AKHLAKUL KARIMAH PESERTA DIDIK DI MTS SWASTA YPI AL – HILAL BANDAR BARU KECAMATAN SIBOLANGIT DELI SERDANG

By SURI SARTIKA DEWI on July 13, 2025 12:22 PM

ABSTRAKKata Kunci : Akidah Akhlak, Akhlakul KarimahPenelitian ini di latarbelakangi oleh fenomena yang terjadi pada banyak peserta didik yaitu menurunnya akhlak peserta didik dari hari ke hari seperti generasi muda yang berani kepada guru, orang tua, berakhlak buruk dan tidak memiliki sopan santun dan lain sebagainya. Selain itu banyak peserta didik yang kebanyakan bertingkah tanpa memperdulikan moral dan etika dengan dibuktikannya semakin berjamurnya sosial media yang berisikan konten-konten yang kurang pantas untuk diihat yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri. Pembinaan akhlakul karimah perlu dilakukan sejak dini agar pembiasaan yang diakukan bisa mengikut ke masa depan peserta didik kelak. Berdasarkan hasil penjajakan awal, diperoleh informasi bahwa Guru MTS Swasta YPI Al – Hilal Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Deli Serdang sudah berupaya untuk menjalankan peranannya sebagai pendidik dalam menanamkan akhlak kepada peserta didiknya, namun belum juga dapat berhasil dengan sepenuhnya. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian untuk mencari tahu bagaimana nilai-nilai akhlakul karimah dan aktivitas serta metode yang dilakukan guru akidah akhlak dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah peserta didik di MTS Swasta YPI Al – Hilal Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Deli Serdang.Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mana temuan – temuannya diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang bersumber dari data primer yaitu guru akidah akhlak dan data sekunder yaitu Kepala Madrasah serta beberapa peserta didik di MTS Swasta YPI-Al-Hilal Bandar Baru. Data yang didapatkan kemudian dianalisis seperti yang dipaparkan oleh Miles dan Huberman yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.Temuan yang didapatkan dari hasil penelitian adalah guru akidah akhlak telah berupaya menanamkan nilai-nilai akhlakhul karimah dengan melakukan beberapa kebiasaan seperti shalat zuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan ceramah kultum, memberi hormat pada guru dan menjaga kebersihan. Adapun nilai-nilai akhlakul karimah yang ditanamkan yaitu akhlak kepada Allah, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada orang tua dan akhlak kepada guru. Metode yang yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah adalah menggunakan metode pembiasaan, teguran dan keteladanan oleh guru.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN PERILAKU ISLAMI SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SIBOLANGIT KABUPATEN DELI SERDANG

By SRI ASTUTI on July 13, 2025 12:19 PM

ABSTRAKKata kunci: Peran, Guru PAI, Perilaku IslamiPenelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena kenakalan siswayang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, seperti: tawuran antar pelajar,pergaulan bebas dikalangan remaja, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya, daripermasalahan tersebut para guru khususnya guru pendidikan agama Islammemiliki tugas dan peran untuk meningkatkan perilaku Islami siswa.Dalam hal ini peneliti membahas terkait peran Guru PAI dalammeningkatkan perilaku Islami siswa di SMP Negeri 1 sibolangit. Kontekspenelitian dalam penulisan skripsi ini adalah.(1)Bagaimana perilaku siswa kelasVII di SMP N 1 Sibolangit Kabupaten Deli Serdang?(2)Bagaimana peran guruPendidikan Agama Islam dalam meningkatkan perilaku islami siswa kelas VII diSMP Negeri 1 Sibolangit Kabupaten Deli Serdang?(3)Apa faktor penghambat dansolusi yang dilakukan guru Pendidikan agama Islam dalam meningkatkan perilakuIslami siswa kelas VII di SMP N 1 Sibolangit Kabupaten Deli Serdang?(1)UntukMengetahui bagaimana perilaku siswa kelas VII di SMP N 1 SibolangitKabupaten Deli Serdang.(2)Untuk Mengetahui bagaimana peran Guru PendidikanAgama Islam dalam meningkatkan perilaku islami siswa kelas VII di SMP N 1Sibolangit Kabupaten Deli serdang.(3)Untuk mengetahui apa faktor penghambatdan solusi yang dilakukan Guru Pendidikan agama Islam dalam meningkatkanperilaku Islami siswa kelas VII di SMP N 1 Sibolangit Kabupaten Deli Serdang.Skripsi ini disusun berdasarkan data lapangan yang menggunakan pendekatankualitatif.Data yang dikumpulkan dengan menggunakan observasi partisipan,wawancara mendalam, dan study dokumentasi. Sedangkan untuk analisisnya,peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa uraian dangambaran data-data yang terkumpul secara menyeluruh tentang keadaan yangsebenarnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pendidikan agamaIslam berperan dalam peningkatan perilaku Islami siswa. Peran guru sebagaipendidik dalam meningkatkan perilaku Islami siswa di SMP Negeri 1 Sibolangityaitu dengan selalu membimbing dan membina siswa untuk berperilaku Islamisehari-hari melalui pembiasaan budaya 5 S (salam, senyum, sapa, sopan, dansantun), selain itu fasilitas perpustakaan serta ekstra kurlikuler keagamaan sepertipesantren kilat ramadhan dan kajian Islam digunakan guru PAI untukmemaksimalkan tujuan dari guru untuk membentuk perilaku Islami siswa.

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG ILMU TAJWID DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAKE A MATCH KELAS VII-F SMP SWASTA GALIH AGUNG PESANTREN DARULARAFAH RAYA KECAMATAN KUTALIMBARU KABUPATEN DELI SERDANG

By SITI ANIZA on July 13, 2025 12:16 PM

ABSTRAKKata Kunci: Upaya Guru, Pemahaman Siswa, Metode Make A Match.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode make a match dalaam meningkatkan pemahaman siswa tentang ilmu tajwid dan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa tentang ilmu tajwid dengan menggnakan metode make a match.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SMP Swasta Galih Agung Pesantren Darularafah Raya. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-F dengan jumlah siswa 27 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dokumentasi dan wawancara. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Indikataor keberhasilan penelitian ini adalah dari segi kualitas proses adalah terjadinya peningkatan persentase atau jumlah siswa yang melakukan setiap komponen aktivitas belajar yang menjadi bahan pengamatan peneliti dan observer pada saat proses pembelajaran dengan metode resitasi dari siklus I dan siklus II, yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dari segi pemahaman ilmu tajwid siswa adalah hasil persentase dan hasil tes siswa mengalami peningkatan jumlah yang nyata dari siklus I ke siklus II.Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan pemahaman siswa tentang ilmu Tajwid dengan menggunakan metode make a match kelas VII-F SMP Swasta Galih Agung Pesantren Darularafah Raya dapat meningkat hal ini dapat dilihat dari hasil post test peserta didik yang meningkat pada setiap siklusnya. Nilai pemahaman siswa tentang ilmu Tajwid pada pre test 29,62% kemudian meningkat menjadi 70,37% pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 85,18%.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KINERJA GURU DI SD IT LUQMANUL HAKIM SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG

By SELA PRILLIA WATI on July 13, 2025 12:12 PM

ABSTRAKKata Kunci : Konsep Diri, Kinerja Guru.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah yang telah di rumuskan peneliti yaitu untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan antara konsep diri dengan kinerja guru di SD IT Luqmanul Hakim Sei Mencirim.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang mengkaji fenomena secara obyektif dengan menggunakan perhitungan statistik untuk menguji hipotesis dalam penelitian. Populasi penelitian ini adalah guru SD IT Luqmanul Hakim Sei Mencirim yang berjumlah 31 orang dan sampel penelitian ini berjumlah 31 orang dengan teknik total sampling. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak adanya Hubungan antara Konsep Diri dengan Kinerja Guru di SD IT Luqmanul Hakim Sei Mencirim Kacamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Hasil uji Product Moment membuktikan bahwa hipotesis penulis yaitu “Tidak adanya hubungan yang signifikan antara Konsep Diri dengan Kinerja Guru”. Hal ini didukung juga dengan hasil analisis regresi sederhana yaitu nila P(sig) statistik pada Anova diketahui P(sig) 0,060 > α 0,05 sehingga hipotesis alternative (Ha) ditolak dan hipotesis nihil (Ho) diterima.Nilai Koefisien Determinan dapat diartikan seberapa besar (%) variabel bebas (X) mempengaruhi variabel terikat (Y). Untuk melihat Koefisien Determinan, dapat dilihat pada kolom R Square. Pada nilai Koefisien Determinasi adalah 0,116 artinya Konsep Diri (variabel X) mempengaruhi Kinerja Guru (variabel Y) sebesar 11,6 %.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AGAMA PADA PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 030438 TANAH PINEM KECAMATAN TANAH PINEM KABUPATEN DAIRI SUMATERA UTARA

By NURSAMSIAH BR GINTING on July 12, 2025 01:40 PM

ABSTRAKKata Kunci: Peran Guru PAI, Motivasi Belajar Siswa.Penelitian ini bertujuan untuk Memberikan Penjelasan Mengenai Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Agama di SD Negeri 030438 Tanah Pinem Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara , dengan Fokus Mencakup (1) Bagaimana Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Agama Pada Peserta Didik Kelas V SD Negeri 030438 Tanah Pinem Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara.(2) Bagaimana Strategi Guru dalam Meningkatkan Motivasi belajar Agama pada Peserta Didik kelas V SD Negeri 030438 Tanah Pinem Kec. Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara.(3)apa saja kendala – kendala dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Agama pada kelas V SD Negeri 030438 Tanah Pinem Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Metode Pengumpulan data yang digunakan pada Penelitian ini meliputi: (1)Observasi, (2)Wawancara, dan (3)Dokumentasi. Data yang terkumpul dari Ketiga Metode tersebut kemudian di Analisis untuk mendapatkan Temuan Penelitian.Temuan Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tingkat Motivasi belajar Agama Islam Menunjukkan 70-75 % Cukup Baik dengan Melakukan Beberapa Program Pembelajaran yang efektif antara lain yaitu Program Melaksanakan Sholat Dhuha setiap jam Pembelajaran Agama Islam berlangsung dan Program membuat Infak Anak Sholeh/Sholeha di kelas V SD Negeri 030438 Tanah Pinem Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara,(2)Adapun Strategi yang dilakukan dalam meningkatkan Motivasi Belajar yaitu Tata Cara Berwudhu, Berinfak Anak Sholeh-Sholeha,melaksanakan sholat dhuha,Guru memberi pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa.(3) Adapun Kendala-kendala yang dihadapi oleh Guru Agama Islam yaitu Kurangnya kepedulian Orangtua Terhadap Perkembangan anak didik di rumah maupun di sekolah, Pengaruh Sosial Media, Kurangnya media pembelajaran di sekolah, Dan Faktor Pendukung motivasi Belajar Agama Islam yaitu Fisikologis (kesehatan), minat, bakat, cara belajar, keluarga, masyarakat dan lingkungan.

UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENANAMKAN RASA EMPATI PADA SISWA KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH ISLAMIYAH BELAWAN

By SYAIFUL HADI on July 12, 2025 01:37 PM

ABSTRAKKata kunci : Guru PAI, Rasa Empati, SiswaLatar belakang penelitian ini adalah Implementasi Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Menanamkan Rasa Empati pada Siswa Kelas VIII di sekolah belum mencapai hasil yang maksimal yaitu karena materi rasa empati sangat kurang pada pembahasan di buku paket dan hanya terdapat satu pembahasan. Dan terdapat pula beberapa siswa yang menyepelekan atau meremehkan terhadap penanaman rasa empati siswa. Seperti empati terhadap fenomena bullying pada siswa, konflik keluarga, konflik antar remaja, dan tingkat kekerasan dan kenakalan remaja.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang mengambil tempat di Madrasah Tsanawiyah Islamiyah Belawan. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Islamiyah Belawan dalam Menanamkan Rasa Empati pada siswa kelas VIII dilakukan pada setiap kegiatan belajar mengajar di sekolah menunjukkan hasil kurang baik disebabkan oleh materi yang kurang, siswa tidak serius belajar, faktor eksternal seperti pergaulan buruk, sikap egois pribadi siswa,dan orang tua yang abai membimbing anaknya. (2) Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Madrasah Islamiyah Belawan dalam Menanamkan Rasa Empati pada Siswa Kelas VIII dilakukan oleh guru aqidah akhlak dengan cara 1. Menanamkan Understanding others yaitu cepat menangkap perasaan orang lain (Respect) , 2. Menanamkan Service orientation yaitu memberikan pelayanan yang dibutuhkan orang lain, 3. Menanamkan pemahaman Developing others yaitu memberikan masukan positif atau membangun, 4. Leveraging diversity yaitu mengambil manfaat dari perbedaan bukan konflik, (3) Tindak lanjut hasil Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Menanamkan Rasa Empati di Madrasah Islamiyah Belawan berupa rasa empati di sekolah sudah diajarkan melalui materi di kelas, praktek mengumpulkan dana sosial, menjenguk teman sakit, bakti sosial lingkungan, berbagi paket sembako masyarakat yang susah. Namun hanya siswanya sendirilah yang harus memutuskan ia mampu istiqomah dengan ajaran guru atau ia malah terjebak oleh pergaulan lingkungan yang buruk.

KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DALAM AL-QUR’AN SURAH LUQMAN AYAT 12-19

By RENA INDRIYANI BR.TARIGAN on July 12, 2025 01:35 PM

ABSTRAKKata Kunci : Konsep Kurikulum Pendidikan Islam, Surah Luqman Ayat 12-19.Dalam pendidikan Islam kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan, karena itu kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai konsep kurikulum menurut ahli mufassir yg akan menjelaskan kandungan ayat ke 12-19 dari surah Luqman, dengan fokus penelitian yang mencakup (1) Bagaimana penafsiran ahli tafsir terhadap konsep kurikulum pendidikan Islam dalam Alquran surat Luqman ayat 12-19? (2) Apa saja konsep kurikulum pendidikan Islam yang terkandung dalam Alquran surah Luqman ayat 12-19? (3) Bagaimana analisis konsep pendidikan Islam dalam Alquran surah Luqman ayat 12-19 dengan konsep kurikulum pendidikan Islam sekarang?.Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian Kepustakaan (library reasearch). Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ialah si peneliti itu sendiri sebagai instrumen penelitian. Data yang terkumpul dari pengumpulan data tersebut kemudian di analisis untuk mendapatkan temuan penelitian.Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Pendapat mengenai surat Luqman ayat 12-19 dari para mufassir, yaitu : (a) Tafsir Ibnu Katsir surat Luqman ayat 12-19. (b) Tafsir Maraghi surat Luqman ayat 12-19. (c) Tafsir Fi Zhilalil Qur’an surat Luqman ayat 12-19. Hal ini dikiaskan seperti orang yang sombong di muka bumi ini, kesederhanaan etika ketika berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain. (2) Konsep kurikulum pendidikan Islam menurut alquran surah Luqman ayat 12-19 yaitu: (a) Keimanan kepada Tuhan, (b) Berbuat baik, sopan, ramah, dan peduli terhadap kedua orangtua, (c) Melakukan hubungan vertikal dengan Tuhan, (d) Memiliki kepedulian terhadap lingkungan, (e) memiliki akhlak yang mulia. (3) Analisis konsep kurikulum pendidikan Islam dalam Alquran surah Luqman ayat 12-19 dengan konsep kurikulum pendidikan Islam sekarang. konsep kurikulum pendidikan sebagaimana terseburt yakni pengembangan proses kognitif, sebagai teknologi, aktualisasi diri, rekonstruksi sosial, dan rasionalisasi akademik seluruhnya, dapat dijumpai praktiknya dalam masyarakat baik di Indonesia maupun negara lain. Ada saat konsep kurikulum yang paling dominan untuk dilaksanakan dan terkadang berbagai konsep kurikulum tersebut secara bersamaan dipraktikkan.

UPAYA GURU PAI DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA KELAS XI (SEMBILAN) DI MTs S YPI AL –HILAL BANDAR BARU KEC. SIBOLANGIT T.A 2020/2021

By NURHIDAYAH on July 12, 2025 01:33 PM

ABSTRAKKata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, Membina Akhlak.Seiring perubahan zaman yang semakin maju, berubah pula tatanan kehidupan masyarakat. Dari hal yang paling kecil, misalnya tegur sapa. Dahulu setiap kali bertemu dengan orang, yang muda menyapa yang tua, akan tetapi sekarang adat seperti itu telah menurun. Fenomena kemerosotan akhlak anak pada usia remaja seperti pelecehan seksual, berkelahi, sikap arogan, bertutur kata yang kotor, tidak menghargai orang lain, dan sebagainya apabila dibiarkan dan tidak diarahkan dengan tepat dapat meningkat menjadi tindak kejahatan.Hal ini menjadi peluang bagi guru Pendidikan Agama Islam untuk melakukan perannya dengan menekan sekecil mungkin hal- hal negatif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak, 2). Kendala yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa.Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan kemudian disusun dengan memilih dan menyederhanakan data. Selanjutnya dilakukan penyajian data untuk dapat ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam membina akhlak siswa Mts S Al-Hilal Bandar Barudiantaranya: Memberikan nasihat, membangun pembiasaan, memberikan teladan, menyediakan fasilitas yang mendukung, dan berkomunikasi dengan berbagai pihak, (2) Permasalahan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam, diantaranya adalah: kurangnya kesadaran dari siswa, fasilitas dan sarana yang kurang lengkap, serta pengaruh dari lingkungan pergaulan.